Senin, 09 Mei 2011
Bashirah (Kekuatan Mata Hati)
“Bahkan manusia sangat tajam melihat dirinya sendiri, walaupun ia melontarkan berbagai alasannya” (QS.AI-Qiyamah:14).
Para penganut Al-Qur’an tak ragu sedikitpun akan kesempurnaannya. la cahaya terang dan jalan lurus yang mengantar kepada keselamatan dunia dan kebahagiaan akhirat. la bashirah yang begitu jernih, tajam dan akurat mewartakan keadaan yang sesungguhnya, kemenangan yang terbentang dan bahaya yang mengancam, dengan segala syarat, sebab dan penawarnya. la memuat sejarah lampau, gambaran depan dan keadaan sekarang.
Namun apa yang didapat orang yang menutup rapat-rapat matanya sendiri, dari cahaya terang di sekitarnya? Terik mentari ditingkahi ribuan lampu sorot, tak menyelamatkannya dari terjerembab ke pelimbahan. Sebaliknya, lihatlah tuna netra yang berjalan di gelap malam, dapat selamat dan beroleh rizki mereka.
Allah Maha Adil, yang mengangkat sebagian orang dengan kekurangan fisiknya dan menjatuhkan lainnya walaupun berjasad sempurna. Tak ada makna kajian tema apa pun dalam kitab suci, sementara hati pengajinya berjelaga. Ada tikus mati dalam kandang, ada orang kehilangan tongkat dua kali atau terpagut ular dua kali di liang yang sama. Atau singa-singa mati lapar di padang dan daging pelanduk dilahap serigala. Ada budak tidur di tilam sutera, ada bangsawan berbaring di hamparan tanah.
Bila Nurani Bergetar
Berbahagialah pejuang yang tak mengkorupsi kemenangan masa depannya, walaupun hanya dengan sekedar rintih sesal didera lelah. Atau menumpang popularitas dengan nikmat tanpa rasa malu kepada-Nya. Mereka yang berhati nurani tak lagi melampirkan kesedihan, kesusahan, dan kelelahan kedalam neraca laba-rugi. Hati nurani mereka selalu hidup dan berbinar. Begitulah kiranya ketika Alkhalil Ibrahim AS meminta agar nabi yang dibangkitkan kelak dari keturunan Ismail AS, bertugas “….membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah dan menyucikan mereka..” (QS. AI-Baqarah:129), Allah mengijabah do’anya. Namun Ia menginginkan langkah kedua sesudah membacakan ayat-ayat-Nya dan sebelum mengajarkan Kitab dan Hikmah, satu kata kunci bagi keberhasilan da’wah ini, yaitu ‘menyucikan mereka‘ (QS. Al-Baqarah:151, Ali Imran:164, Al Jumu’ah:2).
Nurani yang hidup mampu menjembatani perbedaan dan meredam perpecahan. “Ulama akhirat tak saling berbenturan, karena akhirat sangatlah luas. Ulama dunia selalu bertikai dan bermusuhan karena dunia terlalu sempit untuk mereka perebutkan.” (Imam Ghazali).
Allah menyebutkan perumpamaan ulama buruk (suu‘) yang berhati nurani mati, seperti Bal’am sebagai anjing, yang bila dihalau menjulur dan bila didiamkan tetap menjulur (QS. Al –A’raf: 176). Anjing akan lari mengejar tulang dengan sedikit daging segar. Dan tak akan tertegun memandangi perhiasan di tangan pelempar seharga 1 milyar. Dan ketika melewati telaga, sang anjing segera menerkam bayangan dirinya, karena mengira ada anjing lain yang menggigit tulang. la ingin menguasai semua tulang. Alangkah rakusnya!
siapa yang telah rasakan dunia
aku pun telah mengenyamnya
telah digiring kepadaku pahitgetirnya
aku tak melihatnya selain bangkai yang membusuk
dikepung anjing-anjing dengan hanya satu semangat: cabik dan tarik!
Seorang imam sangat kecut dan malu ketika ada orang datang meminta sesuatu. “Oh, dosa apa yang kuperbuat, mestinya aku sudah menangkap hajatnya sebelum ia menyatakan permintaannya“. Tidakkah panitia zakat merasa tersindir ketika melihat kemiskinan hanya dari wajah pengemis profesional yang kerap menimbun harta melebihi keperluan. Al-Qur’an telah melekatkan sifat ‘jahil’ bagi mereka yang mengira para mujahid yang menjaga air wajahnya dengan menutup rapat-rapat penderitaan dan kemiskinan mereka, sebagai orang kaya. Sebaliknya sifat Rasul SAW disebutkan sebagai ma’rifah (kenal), karena dengan kejernihan bashirah mampu menangkap hakikat.
Karena itulah mereka mendapatkan jaminan baik bagi kehidupan kelak; “Beruntunglah orang yang tersibukkan oleh aib dirinya dari kesibukan mempersoalkan aib orang lain. la infakkan yang berlebih dari hartanya dan menahan yang berlebih dari perkataannya“
Kemiskinan dan kesenangan tak masuk agenda fikiran para perempuan generasi Salaf yang melepas keberangkatan para suami. “Hati-hati terhadap harta yang haram. Kami tahan terhadap kemiskinan tetapi takkan tahan terhadap neraka,” begitu pesan mereka.
Di depan iring-iringan yang membawa Imam Ahmad bin Hambal ke penyidangan yang zalim, menghadanglah seorang perempuan. “Wahai Imam, kami perempuan-perempuan yang bekerja menenun. Hari-hari ini serdadu sultan meningkatkan perondaan sepanjang malam dengan obor-obor mereka. Karena kami bekerja dibawah pancaran cahaya obor serdadu sultan zalim itu, maka hasil tenunan kami di atas atap rumah menjadi lebih baik dan kami mendapat keuntungan tambahan. Halalkah kami memakan kelebihan untung itu?“. Demikianlah radiasi bashirah Imam yang tak kenal kompromi dengan kebathilan, merasuki hati nurani rakyat yang menjadi begitu sensitif.
Kematian Hati Nurani
Berapa banyak orang menguasai teori ilmu serta dikenal dan dihormati sebagai ilmuwan dan ulama, namun kehilangan potensi hati nurani. Bashirahnya tertutup limbah dunia, membuat cahayanya tak tembus menerangi jalan. Para koruptor yang memiskinkan rakyat dan menguras kekayaan bangsa untuk kepentingan diri sendiri adalah para pengkhianatyang mati rasa. Mereka yang memproduk siaran cabul, menyiarkan kebebasan seks, membuka rumah bordil, memproduksi dan mengedarkan tuak, candu dan madat adalah makhluk yang padam hati nurani. Kehidupan fisik tak mampu mengimbangi busuk akhlaq mereka yang membuat tak nyaman lingkungan. Tak ada orang yang kerasan berlama–lama dekat mereka. Hidup menebar bau busuk dan mati menuai amal busuk.
Mereka yang keruh nurani, selalu melihat dengan angan-angan panjang. “Seakan kematian hanya berlaku atas orang lain“. Sejauh ini dosa dan kemaksiatan merupakan pembunuh utama hati nurani. Hati menjadi keras membatu, watak menjadi beku dan hati menyempit. Ayat-ayat suci tak membekas di hati, kematian tak menghasilkan ibrah, luapan syahwat dunia semakin tak terkendali, wajah menggelap memantulkan kelam hati, hilang semangat beramal dan lenyap kelezatan dzikir.
Lihatlah para penjual ayat yang dengan ringan berfatwa bathil demi kekayaan diri. Do’a yang mereka bunyikan memang benar hanya bunyi. Dan bila ada kader muslim yang merasa, inilah zaman keterbukaan, lalu membumi hanguskan tradisi dakwah yang baik, mereka telah membunyikan lonceng kematian bagi hati nuraninya. Bila berpolitik, mereka hanya tahu intrik. Tak ada rasa malu merebut posisi, dengan berhias khayalan syaithani. Akulah Yusuf yang credible dan expert. Padahal begitu jauh jurang memisah, mana Yusuf, mana pemimpi di terik mentari. Golongan ini tak kenal mihwar tak kenal era, baginya semua adalah era naf’i dan mihwar maslahi (era mengambil keuntungan dan fase mengambil maslahat).
Orang-orang seperti itu harus kerap diajak menurunkan jenazah ke liang lahat, melepas kerabat di akhir nafas, atau berbiduk di lautan dengan gelombang yang ganas. Bila tak mempan, takbirkan empat kali bagi kematian hati nuraninya.
Tulisan pada rubrik Asasiyat di majalah Tarbawi Edisi 45 Th. 4/Sya’ban 1423 H/10 Oktober 2002 M
Selasa, 06 April 2010
SIAPAKAH........????
Bismillahirrohmanirrohim..
1. Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu sholatnya, seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman A.S.
Maka sempatkanlah bagimu untuk beribadah... dan bersegeralah!
2. Siapakah orang yang manis senyumannya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ketika ditimpa musibah, lalu dia berucap "Innalillahi wainna illaihi rajiuun." Kemudian berkata,"Ya Rabbi, Aku ridho dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.
Maka berbaik hatilah dan bersabar...
3. Siapakah orang yang kaya ?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada, dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
Maka bersyukurlah atas nikmat yang kau terima dan berbagilah.....
4. Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada,selalu menumpuk-numpukkan harta. Maka janganlah kau menjadi kikir juga dengki... Siapakah orang yang rugi? Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan,namun masih berat untuk melakukan ibadah dan amal-amal kebaikan. Maka hargailah waktumu dan bersegeralah...
5. Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
Maka peliharalah akhlakmu dari dosa dan noda...
6. Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan, dimana kuburnya akan diluaskan sejauh mata memandang.
Maka beramal shalehlah selagi sempat dan mampu...
7. Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit ?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan, lalu kuburnya menghimpitnya.
Maka ingatlah akan kematian dan kehidupan setelah dunia...
8. Siapakah orang yang mempunyai akal ?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni surga kelak, karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Maka peliharalah akal sehatmu dan pergunakan semaksimal mungkin untuk mengharap ridho-Nya...
9. Siapakah org yg pelit ?
Orang yg pelit ialah org yg membiarkan atau membuang email ini begitu saja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada org lain.
Maka sampaikanlah kepada yang lain sedikit berita gembira ini selagi sempat, karena tiada ruginya bagimu...
Sabtu, 21 November 2009
Bimbingan Belajar Al-quran oleh Ust.Ari Ramadhan [Radio RKM]
TIPUAN SYETAN
Jika kita berulangkali tertipu oleh seseorang, dengan teknik tipuan yang sama. Maka hanya adadua kemungkinan, penipu itu sangat brilian atau kita yang sangat bodoh. Sebenarnya tidak ada yang lebih pintar dalam hal tipu menipu dibandingkan setan. Saking pintarnya, kebanyakan kita tidak sadar sedang tertipu, bahkan kita pun tidak sadar seringkali kitapun ikut-ikutan menjadi penipu, menipu hati nurani sendiri. Bertahun-tahun kita mengulangi dosa-dosa yang sama. Bahkan, sebagian kita ada yang sudah menganggap ringan dosa-dosa kecil dan merasa tidak merasa bersalah ketika melakukan dosa-dosa besar. Sebenarnya, setan tidak cukup pintar untuk menjebak kita. Tetapi kitalah yang terlalu bodoh dan tidak perduli. Contoh hasil tipuan ringan setan adalah sering seseorang sedih dan kecewa karena gagal mendapatkan uang 1 juta atau 2 juta rupiah. Tetapi hampir ia tidak pernah bersedih, karena kehilangan shalat sunat fajar. Padahal nilai dua rakaat shalat sunat fajar itu disisi Allah lebih baik, dibandingan Dunia dengan segala isinya. Hasil tipuan terbesar adalah bila seseorang menjadi teman setan di neraka. Ia tidak saja menderita, tetapi sekaligus kehilangan keberuntungan yang terbesar, yaitu; syurga seluas langit dan bumi dan perjumpaan dengan Allah SWT. Waspadailah tipuan setan dan berlindunglah kepada Allah SWT. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
KESABARAN
Akidah dan Akhlaq
Manusia adalah makhluk rohani dengan selubung pakaian tulang belulang dan daging jasmaniah. Tulang belulang kembali akan lebur menjadi tanah, daging pun akan cair menjadi air. Namun tidak demikian dengan ruh, ia akan terus berjalan menuju keabadian disisi tuhan. Sebagai cahaya murni, ruh tidak mungkin bersentuhan langsung dengan dunia material, ia memerlukan kendaraan, yaitu; hati. Hatilah tempat pertarungan hidup dan mati antara hasrat badani melawan kerinduan ilahi. Karena itu, hati dinamakan qalbu yang artinya terbolak balik, bila tarikan duniawi mendominasi, maka ruh akan terseret masuk ke dalam kegelapan debu tanah. Bila kerinduan ilahiyah menguasai, maka ruh akan melesat menembus cahaya tirai-tirai alam malaikat. Hanya ada satu cara memenangkan pertempuran, yaitu; dengan membanjiri hati menyebut nama-nama tuhan. Ala bidzikrillahi, tatma’inul qulub, ketahuilah hanya dengan mengingat Allah saja, hati akan menjadi tentram. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah sajalah, hati menjadi tentram. Membangun masjid di atas bumi akan mengundang kehadiran hamba-hamba Allah. Sedangkan membangun masjid di dalam hati akan mengundang kehadiran Allah SWT. Masjid di bumi dibuat dari batu dan tanah, masjid di dalam hati di bangun dari adonan cinta dan dzikrullah. Wassalam Wr. Wb.
Kumpulan Ceramah Islam "Kajian Net"
Bagi teman-teman yang ingin menambah koleksi audio kajian atau mendengarkan kajian streaming bisa membuka situs ini.
Jumat, 20 November 2009
Kumpulan Ceramah Islam
2.Ceramah Islam Ust.Abu Sangkan Tentang Shalat Khusuk yang direkam dari MetroTV pada Ramadhan 1430H. Dapat didownload disini
3.Ceramah Islam KH.Anwar Sanusi. Dapat didownload disini
4.Ceramah Islam Ust.Yusuf Mansur tentang Nikmatnya Sedekah di Mesjid Annida Taman Mini Indonesia Indah di TPI. Dapat didownload disini
5.Tafsir Juzamma oleh Prof Quraish Shihab.Dapat didownload disini
6.Ceramah Islam Ust.DR.Amir Faishol.Dapat didownload DISINI
7.Renungan Islam "Getar Qalam" dari Radio Dakta oleh Ust.Anwar Ansari Mahdum. Dapat didownload DISINI
8.Ceramah Islam di Mesjid Al-Ikhlas Perum.Duta Indah.Dapat didownload DISINI
Kamis, 19 November 2009
Ceramah Islam di Mesjid Baitul Ihsan Bank Indonesia [MMBI]
1. Ustadz Arman Rahman Tema Kajian Kecerdasan Qalbu. Dapat didownload/didengarkan Disini--> [Download] --> [Download]
2. Ustadz Ihsan Tandjung. Dapat didownload/didengarkan Disini--> [Download][Download][Download][Download][Download]
3. Ustadz KH.Mustafa Yaqub. Dapat didownload/didengarkan Disini --> [Download] [Download]
[Download] [Download]
4. Ustadz DR.Ahzami Jazuli.Dapat didownload/didengarkan Disini --> [Download] [Download] [Download] [Download] [Download] [Download]
4. Ustadz Musyaffa Abdurrahim.Dapat didownload/didengarkan Disini --> [Download] [Download] [Download] [Download] [Download] [Download] [Download]
5. Kumpulan Ceramah Islam yang direkam dari Mesjid Baitul Ihsan Bank Indonesia.
dapat di download disini --> [DOWNLOAD]
[Download] [Download]
Rabu, 18 November 2009
TAFSIR AL-MISHBAH RAMADHAN 1430H
1.Rekaman Ramadhan hari kesatu :QS.Al-Maidah ayat 1 [Download]
2.Rekaman Ramadhan hari keduaQS.Al-Maidah ayat 2-3 [Download]
3.Rekaman Ramadhan hari ketiga :QS.Al-Maidah ayat 4-5 [Download]
4.Rekaman Ramadhan hari keempat :QS.Al-Maidah ayat 6-7 [DOWNLOAD]
5.Rekaman Ramadhan hari kelima :QS.Al-Maidah ayat 8-11 [Download]
6.Rekaman Ramadhan hari keenam :QS.Al-Maidah ayat 12-14 [Download]
7.Rekaman Ramadhan hari ketujuh :QS.Al-Maidah ayat 15-17 [Download]
8.Rekaman Ramadhan hari kedelapan :QS.Al-Maidah ayat 18-20 [Download]
9.Rekaman Ramadhan hari kesembilan :QS.Al-Maidah ayat [Download]
10.Rekaman Ramadhan hari kesepuluh :QS.Al-Maidah ayat [Download]
11.Rekaman Ramadhan hari kesebelas :QS.Al-Maidah ayat [Download]
12.Rekaman Ramadhan hari keduabelas :QS.Al-Maidah ayat [Download]
13.Rekaman Ramadhan hari ketigabelas :QS.Al-Maidah ayat 41-43 [Download]
14.Rekaman Ramadhan hari keempatbelas :QS.Al-Maidah ayat 44-47 [Download]
15.Rekaman Ramadhan hari kelimabelas :QS.Al-Maidah ayat 48-50 [Download]
16.Rekaman Ramadhan hari keenambelas :QS.Al-Maidah ayat 51-54 [Download]
17.Rekaman Ramadhan hari ketujuhbelas :QS.Al-Maidah ayat 55-58 [Download]
18.Rekaman Ramadhan hari kedelapanbelas :QS.Al-Maidah ayat 59-63 [Download]
19.Rekaman Ramadhan hari kesembilanbelas :QS.Al-Maidah ayat 64-66 [Download]
20.Rekaman Ramadhan hari keduapuluh :QS.Al-Maidah ayat 67-69 [Download]
21.Rekaman Ramadhan hari keduapulusatu :QS.Al-Maidah ayat 70-74 [Download]
22.Rekaman Ramadhan hari keduapuluhdua :QS.Al-Maidah ayat 75-81 [Download]
23.Rekaman Ramadhan hari keduapuluhtiga :QS.Al-Maidah ayat 82-86 [Download]
24.Rekaman Ramadhan hari keduapuluhempat :QS.Al-Maidah ayat 87-89 [Download]
25.Rekaman Ramadhan hari keduapuluhlima :QS.Al-Maidah ayat 90-93 [Download]
26.Rekaman Ramadhan hari keduapuluhenam :QS.Al-Maidah ayat 94-96 [Download]
27.Rekaman Ramadhan hari keduapuluhtujuh :QS.Al-Maidah ayat 97-102 [Download]
28.Rekaman Ramadhan hari keduapuluhdelapan:QS.Al-Maidah ayat 103-108 [Download]
29.Rekaman Ramadhan hari keduapuluhsembilan :QS.Al-Maidah ayat 109 [Download]
Kamis, 17 September 2009
Istighfar menghapus duka dan mengundang rezki
SUBHANALLAH, ALHAMDULILAH, ALLAHU AKBAR
“Barang siapa memperbanyak Istighfar maka Allah akan membebaskannya dari kedukaan, dan memberinya jalan keluar bagi kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duga.”
(Riwayat Abu Dawud).
Istighfar artinya memohon ampun kepada Allah SWT. Islam mengajarkan kepada umatnya agar memperbanyak istighfar. Rasulallah SAW sendiri sehari minimal 70 kali mengucapkan Istighfar (Riwayat Bukhari). Rasuallah yang sudah dijamin suci dari dosa (ma’sum) masih melakukan hal itu, apalagi kita, mestinya lebih banyak lagi beristighfar, karena jelas tidak dijamin suci. Bahkan mungkin lebih banyak dosanya ketimbang pahalanya.
Selain menghapus dosa, istighfar juga memberi manfaat lain. Ia bisa membuka pintu rezeki. Alquran mengatakan demikian. “ Maka Aku berkata (kepada mereka), Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Mahapengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu fan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai”. (S.Nuh [71]: 10-12).
Berkaitan dengan ayat di atas, dalam Tafsir Al-Maraghi ada cerita menarik. Hasan Al Basri adalah salah satu generasi tabi’in (ulama yang pernah bertemu dengan sahabat). Ia ulama berilmu dan shaleh. Banyak orang dating kepadanya bertanya soal agama dan minta nasehat atas berbagai persolan. Suatu kali datang kepadanya seorang laki-laki mengadu tentang masa paceklik yang menimpanya. Hasan pun menerima pengaduan itu dengan penuh perhatian. Tapi nasihat yang diberikan tidak panjang-panjang. Ia hanya berucap “Beristighfarlah kepada Allah SWT”.
Tak berapa lama datang laki-laki lain yang mengeluh soal kemelaratan yang menderanya. Ulama yang masyhur itu juga hanya bilang “Beristighfarlah kepada Allah SWT”. Ada pula laki-laki lain yang berkata “Doakanlah aku agar Allah memberiku anak”. Lagi-lagi Hasan Cuma bilang “Beristighfarlah kepada Allah SWT”. Datang lagi laki-laki lain yang mengeluh kebunnya mengalami kekeringan. Jawaban Hasan tetap sama “Beristighfarlah kepada Allah SWT”.
Sikap Hasan tadi rupanya menjadi perhatian seseorang. Orang itu bingung, ditanya berbagai persolan, eh…jawabannya itu-itu saja. Memangnya semua persoalan itu bisa dipecahkan dengan hanya membaca Istighfar, kira-kira begitu pikiran orang itu. Tak tahan menahan keheranan, ia pun bertanya kepada Hasan, “Beberapa orang laki-laki mendatangimu mengeluhkan berbagai persoalan, tetapi engkau hanya menyuruh mereka semua untuk membaca istighfar!”. Hasan menjawab tenang “Aku sama sekali tidak mengatakan apapun dari diriku sendiri. Sesungguhnya Allah SWT berfirman (seperti itu)”. Ulama yang namany masyhur hingga kini itu lalu mengutip surat Nuh ayat 10-12 seperti dikutip di atas.
Mengharap Anak, Hujan dan Rezeki.
Kisah ini terdapat dalam Musnad Abu Hanifah. Dari kitab yang ditulis oleh imam Hanafi, salah satu imam mahzab, disebutkan sebuah riwayat dari Jabir bin Abdullah. Suatu ketika, ada seseorang yang dating menemui Nabi SAW. Orang ini belum dikaruniai anak, karena itu ia ingin mendapat keturunan. Rasuallah SAW lalu berkata “Engkau memperbanyak Istighfar dan sedekah maka engkau akan diberi rizki dengan lantaran keduanya.” Laki-laki itu lalu memperbanyak Istighfar dan sedekah. Jabir mengatakan bahwa laki-laki itu akhirnya dikaruniai sembilan anak laki-laki.
Ini kisah lain lagi, dituturkan Syaikh ‘Aidh al-Qarni, penulis buku best seller La Tahzan. Ada seorang yang tak kunjung dikarunia anak. Sementara para dokter sudah angkat tangan tidak mampu mengobatinya dan obat-obatan pun sudah tidak mempan lagi. Orang itu akhirnya bertanya kepada salah seorang ulama yang kemudian menyarankan kepadanya, “Hendaklah engkau memperbanyak Istighfar di kala subuh dan sore hari, sesungguhnya Allah SWT mengatakan perihal orang-orang yang beristighfar, ‘Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu.’ (Nuh[71]:12). Lelaki itu kemudian memperbanyak Istighfar secara terus menerus. Akhirnya dengan izin Allah SWT dan kasih sayang Nya, ia pun mendapatkan keturunan yang shaleh-shaleh.
Umar bin Khaththab, salah satu sahabat Rasuallah SAW yang pernah menjadi Amirul Mukminin memegang erat ayat-ayat tersebut ketika ia meminta supaya Allah SWT menurunkan hujan. Mathraf meriwayatkan dari cerita asy-Sya’bi bahwa suatu ketika Umar keluar dari rumahnya untuk berkumpul bersama orang-orang meminta hujan turun. Namun, Umar hanya membaca Istighfar dan tidak lebih dari itu, sampai akhirnya ia pulang. Ada orang berkata kepadanya, “Aku tidak mendengar engkau memohon supaya turun hujan.” Umar berkata, “Aku memohon supaya didatangkan bintang majadin di langit yang biasanya turun membawa hujan. Setekah itu ia membaca ayat (dalam surat Nuh ayat 10-12), Maka aku katakana kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada tuhanmu, sesungguhnya Dia maha pengampun niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.”
Allah SWT berfirman dalam kitab Nya yang mulia, “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhamnu dan bertaubat kepadaNya, (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan…”(Hud[11]:3).
Ayat tersebut menyatakan janji Allah SWT yang akan memberikan kenikmatan bagi orang yang memohon ampunan dan bertaubat. Adapun yang dimaksud “Dia akan memeberi kenikmatan yang baik”,menurut Ibnu Abbas adalah memeberi anugerah berupa rezeki dan kelapangan.
Al Qurtubi mengatakan, itulah buah dari Istighfar dan taubat, yaitu Allah SWT memberi kenikmatan dan berupa manfaat berupa luasnya rezeki dan kesenangan.
Adapun lafal istighfar itu macam-macam, sebagaimana terdapat dalam Hadis-hadis Shahih. Ada yang pendek dan ada pula yang panjang. Lafal-lafal itu antara lain, “Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.” (Mutafaq’alaih).
“Aku Memohon ampuna kepada Allah, zat yang tiada Tuhan selain Dia, yang Maha Hidup lagi Maha Menegakkan dan aku bertaubat kepadan-Nya.” (Riwayat Abu Dawud, Tirmizi, Hakim).
Namun jika semua hal itu telah dilakukan, lalu pertolonga Allah SWT tak kunjung dating, tak layak bagi seorang beriman bersikap putus asa, hingga mengaggapnya sebagai ketidakadilan Tuhan. Naudzubillah mindzalik. Boleh jadi yang demikian itu merupakan cara “terbaik” Allah SWT menyayangi dan menyelamatkan hamba-Nya.
Nah, marilah kita beristighfar sebanyak-banyaknya dengan niat mengikuti perintah Nabi SAW. Semoga Allah SWT memberikan jalan keluar atas persoalan yang kita hadapi. Amin.
Wallahu a’lam.
MENYINGKAP RAHASIA SAINS TAHAJUD
“Bangunlah untuk shalat di malam hari kecuali sedikit daripadanya. Yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Alquran dengan perlahan-lahan.” (Al-Muzammil [73]: 2-4).
Pada saat seseorang menggelar sajadah untuk menunaikan shalat tahajud, ia berada dalam kondisi layaknya orang yang melakukan meditasi dan relaksasi. Jika kita pernah mendengar lirik lagu Tombo Ati yang didendangkan budayawan kondang Emha Ainun Nadjib bersama kelompok musik Kiai Kanjeng, tahajud disebut sebagai salah satu pengobat hati. Sebab shalat sunah yang ditunaikan di keheningan malam itu, mengantarkan orang yang menunaikannya menjadi lebih dekat dengan Allah. Hati yang dekat dengan Tuhannya adalah hati yang damai.
Orang yang rindu tahajud adalah orang yang mempunyai kadar keikhlasan lebih. Ia rela untuk menghentikan kelelapan tidurnya dan bersimpuh pada Sang Khalik. Alquran memuji mereka dengan menyebutnya sebagai orang-orang yang menjauhkan lambungnya dari tempat peraduan.
Tahajud diketahui sebagai ibadah yang ditunaikan pada malam hari, saat setiap orang mengistirahatkan tubuhnya dari kelelahan aktivitas di siang hari. Banyak kalangan menyatakan bahwa idealnya masa tidur di malam hari adalah enam hingga delapan jam. Tidur di malam hari akan memberikan energi baru bagi seseorang untuk melakukan aktivitasnya di pagi hingga siang hari.
Namun kemudian muncul sebuah pendapat lain dari seorang ilmuwan bernama Ray Meddis. Ia menyatakan bahwa masa tidur yang sempurna hanyalah tiga hingga empat jam setiap harinya. Seseorang akan mengalami deep slep sekitar tiga hingga empat jam saja. Tentu seorang Muslim mampu memanfaatkan sisa masa tidur itu untuk memadu cinta dengan Tuhannya, melalui shalat tahajud.
“Bangunlah untuk shalat di malam hari kecuali sedikit daripadanya. Yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Alquran dengan perlahan-lahan.” (Al-Muzammil [73]: 2-4).
Seorang ilmuwan Muslim asal Mesir, Fadhlalla Haeri, menyatakan bahwa ayat tersebut memberikan panduan bagi muslim untuk mencapai keseimbangan. Di sisa masa istirahatnya, tiga jam masa efektif tidur malam, maka ia pun semestinya bangun untuk menjalankan aktivitas yang bermanfaat. Bangun di waktu malam adalah salah satu aktivitas yang memberikan manfaat.
ia menambahkan, pada saat itu energi did lam tubuh seseorang berada dalam kondisi rndah. Selain itu, medan refleksi juga begitu bersih. Dalam tradisi India, kondisi seperti itu disebut sebagai tahap pembentukan kesadaran yang terjadi pada titik energi ketujuh atau cakra mahkota. Dampaknya, akan meningkatkan intuisi seseorang dan kesadaran diri untuk mampu mengendalikan emosi negatif.
Menurut Haeri, pada saat seseorang menggelar sajadah untuk menunaikan shalat tahajud, ia berada dalam kondisi layaknya orang melakukan meditasi dan relaksasi atas kelenjar pineal. Ini akan menspiritualkan intelektual sesorang disertai dengan kemampuan personal untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah serta menjalin hubungan yang harmonis dengan sesamanya.
Tak hanya itu, pada saat matahari terbenam, kelenjar pineal mulai bekerja dan memproduksi hormon melatonin dalam jumlah besar dan mencapai puncaknya pada pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari. Hormon inilah yang kemudian menghasilkan turunan asam amino trytophan dalam jumlah besar pula.
Tahukah Anda? Tahajud menjadi sarana untuk mempertahankan melatonin dalam jumlah yang stabil.
Hormon melatonin akan membentuk sistem kekebalan dalam tubuh dan membatasi gerak pemicu tumor seperti estrogen. Haeri mengungkapkan bahwa pada masa kanak-kanak melatonin yang ada di dalam tubuh berjumlah 120 picogram. Namun jumlah tersebut akan semakin menurun pada usia 20 30 tahun. Selain secara alamiah, pengurangan jumlah melatonin di dalam tubuh juga diakibatkan adanya pengaruh eksternal, seperti: tidur larut, medan elektromagnetik, dan polutan kimia misalnya pestisida, yang pada akhirnya menyebabkan penyakit tekanan darah tinggi dan sakit kepala. Pada titik tertentu bahkan menyebabkan turunnya sistem kekebalan tubuh.
Kafein yang terkandung di dalam kopi, teh hitam, dan soda tertentu juga akan menyebabkan kemampuan antioksidan melatonin berkurang. Keadaan ini akan membahayakan sel-sel tubuh saat seseorang tengah terjaga. Dengan demikian, kata Haeri, yang harus menjadi perhatian adalah bukan kuantitas tidur seseorang untuk memberikan kebugaran pada tubuh, tetapi justru kualitas tidur. Tiga jam adalah waktu yang cukup untuk itu.
Tahajud tidak hanya memberikan pengaruh pada posisi melatonin. Gerakan ibadah di sepertiga malam terakhir ini juga memberikan pengaruh tertentu pada tubuh. Setidaknya, pada saat berdiri tegak dan mengangkat takbir secara tidak langsung akan membuat rongga toraks dalam paru-paru membesar. Ini akan menyebabkan banyak oksigen yang masuk ke dalamnya. Ada kesegaran yang dirasakan ketika seseorang dapat menghirup udara segar ke dalam paru-parunya di keheningan malam itu. Pada saat sujud, seluruh berat dan daya badan dipindahkan sepenuhnya pada otot tangan, kaki, dada, perut, leher, dan jari kaki. Proses ini dilakukan berulang-ulang sesuai jumlahrakaat shalat tahajud yang kita lakukan.
Setelah oksigen masuk ke dalam paru-paru, oksigen diedarkan ke seluruh tubuh dengan lancar karena adanya pergerakan otot selama ruku’ dan sujud. Selain itu, dalam shalat seseorang juga melakukan gerakan duduk di antara dua sujud dan tahiyat yang menyebabkan adanya gerakan tumit, pangkal paha, jari tangan, jari kaki, dan lainnya. Tentu peredaran oksigen akan menjadi lancar.
Mudah-mudahan bermanfaat
KEKUATAN SEDEKAH
Diceritakan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, seperti berikut : Tatkala Allah Ta'ala menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat kehairanan akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada gunung?" Allah SWT menjawab, "Ada, iaitu besi" (kita maklum bahawa gunung mahupun batu boleh menjadi rata ketika dikorek dan diratakan oleh jentera yang dinamakan buldozer atau sejenisnya yang diperbuat daripada besi).
Para malaikat bertanya lagi "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi?" Allah SWT menjawab, "Ada, iaitu api" (besi walau sekeras manapun boleh menjadi cair dan hancur setelah dibakar api), para malaikat kembali bertanya "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api ?" Allah yang Maha Agung menjawab, "Ada, iaitu air" (api membara sedahsyat apapun niscaya akan padam jika disiram air), para malaikat pun bertanya kembali "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada air ?" Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, "Ada, iaitu angin" (air di samudera yang luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada lain kerana kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat.
Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi "Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dahsyat dari itu semua?" Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, "Ada, iaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya". Ertinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus dan ikhlas tanpa ada unsur menunjuk-nunjuk ataupun supaya diketahui orang lain.
Berkaitan dengan ikhlas ini, Rasulullah SAW mengingatkan dalam khutbah baginda ketika sampai di Madinah pada waktu hijrah dari Makkah : "Wahai segenap manusia! Sesungguhnya amal itu tergantung kepada niat, dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang diniatkannya". Oleh kerana itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya kerana Allah semata, tanpa berasa ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati ini yang menjadikan sedekah kita menjadi sia-sia. Ganjaran bersedekah Rasulullah SAW menganjurkan kepada kita umatnya untuk memperbanyak sedekah, hal itu dimaksudkan agar rezeki yang Allah berikan kepada kita menjadi bertambah berkat.
Allah memberikan jaminan kemudahan bagi orang yang bersedekah, ganjaran yang berlipatganda (700 kali) dan sebagai ganti, sebagaimana firman Allah SWT; "Ada pun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah." {Qs. Al Lail (92) : 5-8}. Firman Allah SWT bermaksud; "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui". {Qs. Al Baqarah (2) : 261}
Rasulullah SAW bersabda, "Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Malaikat yang pertama menyeru, "Ya Tuhan, kurniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kepada Allah". Malaikat yang kedua pula menyeru "musnahkanlah orang yang menahan hartanya " .
Tolak Bala dengan Sedekah
Orang-orang yang beriman sangat sedar dengan kekuatan sedekah untuk menolak bala, kesulitan dan berbagai macam penyakit, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
"Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah" .
"Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah ".
"Ubatilah penyakitmu dengan sedekah ".
Banyak daripada kita yang sudah mengetahui dan memahami perihal anjuran bersedekah ini, namun persoalannya seringkali kita teramat susah untuk melakukannya kerana kekhuatiran bahawa kita salah memberi, sebagai contoh kadang kala kita enggan memberi sedekah kepada pengemis yang kita temui di tepi jalan dengan anggapan bahawa mereka (pengemis/peminta) menjadikan meminta-minta sebagai pekerjaannya, malas dan sebagainya.
Padahal sesungguhnya prasangka kita yang demikian adalah bisikan-bisikan syaitan laknatullah yang tidak rela melihat kita berbuat baik (bersedekah), sebaiknya mulai saat ini hendaknya kita hilangkan prasangka-prasangka yang demikian kerana seharusnya sedekah itu kita niatkan sebagai bukti keimanan kita atas perintah Allah SWT dan Rasul-Nya yang menganjurkan umatnya untuk selalu bersedekah. Masalah mungkin timbul apabila ternyata kemudiannya bahawa sedekah yang kita beri kepada pengemis/peminta tadi tidak tepat sasaran, bukan lagi urusan kita, kerana sedekah hakikatnya adalah ladang amal bagi hamba-hamba Allah yang bertakwa.
Pengemis/peminta/fakir miskin lainnya adalah ladang amal bagi orang yang berkemampuan dapat kita bayangkan andai kata tidak ada lagi orang-orang tersebut, kepada siapa lagi kita dapat beramal (bersedekah). Walau bagaimanapun dalam dunia yang semakin gawat dan gayat ini pemberian sedekah atau kalau kita termasuk orang yang tidak suka memberi sedekah (kepada pengemis/peminta/fakir miskin) dengan berbagai alasan dan pertimbangan maka biasakanlah bersedekah dengan menyiapkan sejumlah wang sebelum solat Jumaat dan memasukkan ke kotak-kotak sumbangan yang tersedia dan biasakan dengan memberi sejumlah minima setiap Jumaat, misalnya Jumaat ini kita menyumbang RM5 kekotak amal tersebut maka sebaiknya Jumaat berikutnya harus dengan jumlah yang sama, syukur jika boleh diberi lebih daripada yang sebelumnya. Apa yang penting harus diiringi dengan keikhlasan.
Sedekah anda, walaupun kecil tetapi amat berharga disisi Allah Azza Wa Jalla. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedekahkan sebahagian hartanya akan rugi di dunia dan akhirat kerana tidak mendapat keberkatan. Sebenarnya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab menginfakkan (membelanjakan) harta akan memperoleh berkah dan sebaliknya menahannya adalah celaka.
Tidak menghairankan jika orang yang bersedekah diibaratkan orang yang melabur (invest) dan menabung di sisi Allah dengan jalan meminjamkan pemberiannya kepada Allah. Balasan yang akan diperolehnya berlipatganda. Mereka tidak akan rugi meskipun pada awalnya mereka kehilangan sesuatu. Sedekah yang pahalanya terus mengalir.
Dari Abu Hurairah RA, bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW, telah bersabda : "Bila seorang hamba telah meninggal, segala amalnya terputus , kecuali tiga hal : amal jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendoakannya" (HR. Bukhari, dalam Adabul Mufrad). Semoga dengan ini kita sebagai insan yang kerdil mendapat keredhaan dan keberkatan Allah SWT di dunia dan di akhirat kelak dengan memperbayakkan amal jariyah melalui bersedekah
Pribadi-pribadi Zikir
Pribadi berdzikir, dzikir menjadi kepribadiannya
Allah tujuannya, Rasulullah SAW menjadi teladan dalam kehidupannya
Dunia ini pun menjadi surga sebelum surga sebenarnya
Bumi menjadi mesjid baginya
Rumah, kantor bahkan hotel sekalipun menjadi mushola baginya
Tempat ia berpijak
Meja kerja, kamar tidur menjadi hamparan sajadah baginya
Kalau ia bicara, bicaranya dakwah
Kalau dia berdiam, diamnya dzikir
Napasnya...tasbih
Matanya...penuh rahmat Allah, penuh kasih sayang
Telinganya...terjaga
Pikirannya...baik sangka
Tidak sinis, tidak pesimis dan tidak suka memvonis
Hatinya...diam-diam berdoa, doanya diam-diam
Tangannya...bersedekah
Kakinya...berjihad, ia tidak mau melangkah sia-sia
Kekuatannya...silaturrahim
Kerinduannya...tegaknya syariat Allah
Kalau memang hak tujuannya...maka sabar dan kasih sayang strateginya
Cita-citanya tertinggi teragung...syahid di jalan Allah
Kesibukannya...ia hanya asyik memperbaiki dirinya
Tidak tertarik mencari kekurangan, apalagi aib orang lain
M. Arifin Ilham
Kedahsyatan Sholat Berjamaah
(QS. Al-Baqarah; 43)
Hampir selama hidupnya, Rasulullah saw tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah. Bahkan dalam keadaan perang sekalipun, beliau bersama sahabatnya melaksanakan sholat dengan berjamaah. Padahal mereka sedang sibuk-sibuknya dengan tugas suci.
Kalau dibanding dengan kita memang sangat jauh, padahal kita tidak segenting keadaan perang. Kita bahkan sedang istirhat kerja siang, atau sedang asik menyantap makanan, atau sedang bercumbu dengan keluarga. Namun saat sedang terdengar adzan, kita masih santai saja. Tidak segera berangkat ke masjid atau musholla untuk melaksanakan sholat berjamaah.
Suatu hari datang seorang laki-laki buta kepada Rasulullah saw bermaksud ingin meminta keringanan dalam sholat berjamaah karena kondisinya yang buta. Orang buta itu berkata, “Wahai Rasulullah, saya tidak ada seorang penuntun yang menuntunku ke Masjid, bolehkah aku tidak sholat dengan berjamaah dan cukup sholat di rumah?” Lalu Nabi saw memberi keringanan tentang hal itu, namun tatkala orang itu mau beranjak, Rasulullah saw memanggilnya dan bertanya, “Apakah kamu mendengar adzan panggilan sholat?” Orang buta itu menjawab, “Ya”. Rasulullah bersabda, “Kalau begitu, sambutlah (berangkatlah sholat berjamaah)” (HR: Muslim)
Subhanallah !!, sebegitu pentingnyanya sholat berjamaah hingga kepada orang buta yang tidak ada seorang yang menuntunnya saja Rasulullah masih memerintahkan untuk sholat berjamaah, apalagi dengan kita yang masih sehat bugar?
Bahkan Rasulullah saw hampir-hampir akan membakar rumah orang muslim yang tidak berangkat sholat berjamaah. Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Demi Allah yang jiwaku dalam genggamanNya, sungguh aku pernah akan menyuruh mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan untuk shalat, lalu adzan pun dikumandangkan. setelah itu, aku menyuruh orang untuk menjadi imam shalat berjamaah. Lalu aku pergi ke rumah orang-orang yang tidak memenuhi panggilan shalat, dan aku bakar rumah mereka saat mereka berada di dalamnya. “ (HR: Bukhori Muslim).
Mengapa sholat berjamaah begitu penting? Mengapa Rasulullah sangat menekankan sholat berjamaah? Rahasia apa yang ada dibalik sholat berjamaah?
Beberapa keutamaan dan rahasia di balik shalat berjamaah antara lain:
Pertama, Orang yang sholat berjamaah akan mendapat pahala 27 derajat dibanding sholat sendirian. Rasulullah saw bersabda, “Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian, dengan dua puluh tujuh derajat” (HR: Bukhori Muslim). Jadi, dengan sholat berjmaaah kualitas sholat kita 27 kali lipat dibanding sholat sendirian. Kalau dianalogikan dengan emas, sholat berjamaah itu 24 karat atau emas murni.
Kedua, Setiap langkah kaki dalam perjalanan kita ke Masjid diangkatnya derajat kita dan dihapuskannya dosa kita. Rasulullah saw bersabda, “Apabila dia wudhu sempurna, kemudian keluar menuju ke masjid dengan niat hanya untuk shalat, maka setiap kali ia melangkah, derajatnya dinaikkan dan kesalahan dosanya dihapuskan” (HR: Bukhori Muslim)
Ketiga, Orang yang sholat berjamaah senantiasa didoakan oleh para malaikat. Rasulullah saw bersabda, “Malaikat akan senantiasa memohonkan ampun dan rahmat untuknya, selama ia masih tetap berada di tempat shalatnya dan tidak berhadast. Malaikat berkata,”Ya Allah, ampunilah dia, Ya Allah rahmatilah dia” (HR: Bukhori Muslim)
Keempat, Orang yang rajin shalat berjamaah maka akan terhindar dari penguasaan syetan, seperti kesurupan atau kerasukan. Rasuluillah saw bersabda, “Tidaklah tiga orang berada di suatu desa atau kampung lalu mereka tidak melakukan shalat berjamaah, kecuali mereka telah dikuasai oleh syetan” (HR: Abu Daud)
Kelima, Suatu penduduk apabila rajin melaksanakan sholat berjamaah, maka akan diberikan ketentraman, persatuan, persaudaraan dan tidak mudah diprofokasi. Rasulullah saw bersabda, “Karena itu shalatlah dengan berjamaah !, karena srigala itu hanya menerkam kambing yang jauh terpencil dari kawan-kawannya (jamaahnya)” (HR: Abu Daud)
Selasa, 28 Juli 2009
10 KESALAHPAHAMAN TENTANG KESUKSESAN
Kesalahpahaman 1
Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan lain-lain.
Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan.
Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.
Kesalahpahaman 2
Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan.
Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.
Kesalahpahaman 3
Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90…) seminggu.
Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja.
Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.
Kesalahpahaman 4
Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan.
Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di saat lain andalah yang membuat aturan itu.
Kesalahpahaman 5
Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses.
Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum.
Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.
Kesalahpahaman 6
Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.
Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan.
Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan penerapan.
Kesalahpahaman 7
Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang.
Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.
Kesalahpahaman 8
Sukses adalah bila semua orang mengakuinya.
Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.
Kesalahpahaman 9
Sukses adalah tujuan.
Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda.
Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan “atas hal apa?”
Kesalahpahaman 10
Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.
Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan.
Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.
(diadaptasi dari “The Top 10 Misconceptions About Success”, Jim M. Allen.
CoachJim.com)
10 Cara Membangun Kepercayaan Diri
“Untuk mendapat sambutan yang hebat, periksa dulu rasa percaya diri Anda di depan pintu. Kalau rasa nyaman sudah muncul, Anda akan merasakan ketenangan. Keraguan dapat merusak pertunjukan yang paling elegan sekalipun. Jika Anda tidak kenal seorangpun hampirilah seseorang yang berada di belakang ruangan. Anda punya kesempatan menemukan wajah yang bersahabat” Nancy Friday, author of Our Looks, Our Lives
2. Kuasai Ruangan
“Anda harus belajar mengatasi fobia bergual. Siapkan mental sebelum masuk ruangan. Lalu, berjalanlah dengan anggun/tenang. Jika Anda tidak mengenal seorang pun di pesta, bergabunglah dengan satu kelompok, tersenyum dan perkenalkan diri Anda, katakan: ‘Saya tidak kenal seorang pun di pesta ini. Boleh saya bergabung dengan Anda semua?’ Cara ini biasanya mendapatkan sambutan yang simpatik dan hangat, dan orang akan segera mengajak ngobrol.” Miss Mingle (alias Jeanne Martinet), pengarang The Art of Mingling.
3. Jangan malu mengingat-ingat nama
“Jika Anda lupa nama seseorang ingatlah, hal ini juga pernah terjadi pada siapa pun yang percaya diri atau pun tidak. Makanya, tidak perlu terlalu malu. Pertama, akui Anda lupa namanya. Kedua, tepuk telapak tangan Anda ke kepala dengan mimik menyesal, dan katakan, ‘Saya bahkan tidak bisa mengingat nama ibu sendiri!’ Dengan cara ini, lawan bicara dengan suka hati menyebutkan kembali namanya. Lalu katakan saja, ‘Saya janji deh tidak pernah lupa lagi,’ dan lanjutkan percakapan.” Ahli etiket Letitia Baldrige, pengarang Letitia Baldrige’s Complete Guide to the New Manners for the 90’s.
4. Ceritakan pengalaman hebat
“Hindari bercerita dengan gaya lelucon. Orang sering berpikir, ketika bercerita, mereka harus mencapai kilimaks. Tapi kalau klimaks itu tidak menyenangkan, sama juga bo’ong. Anda harus punya minat personal yang dalam. Cerita tidak perlu terjadi pada Anda, si pencerita, selama Anda mampu mengalirkan cerita dengan balik. Ingat-ingat detil mana yang penting. Bahasa tubuh oke-oke saja selama itu alamiah. Tapi, cerita yang bagus dan menyakinkan butuh sedikit ‘bunga-bunga’.” Malachy McCourt, author of A Monk Swimming
5. Tetap tenang dan tersenyumlah
“Jika Anda gugup lakukan aktivitas aerobik cepat dan singkat, seperti jumping jaks. Kemudian, fokuskan perhatian. Temukan tempat yang tenang untuk menyendiri dan tarik nafas sebelum masuk ruangan. Setelah itu, bernafaslah dengan pelan. Sekali Anda masuk ke ruangan, ambil tempat di depan orang. Di jamin Anda tidak bakal kehilangan perhatian mereka. Tersenyumlah. Siapa pun akan memperhatikan dan mendengarkan orang yang tersenyum pada mereka.” Valerie Adami, direktur program di Weist-Barron School of Television Acting, New York.
6. Minta Kenaikan Gaji
“Hampiri bos Anda pagi-pagi dan bilang secara informal, ‘Saya minta waktu sebentar saja hari ini.’ Biarkan dia yang menentukan kapan bisa bertemu Anda. Ketika berhadapan face-to-face, katakan, ‘Saya benar-benar menikmati pekerjaan ini dan bekerja untuk Anda.’ Dan, buatlah daftar kontribusi selama ini. Kemudian spekulasi aja:’Bisakah Anda pertimbankan kenaikan gaji untuk saya?’ Jangan sebut jumlah yang spesifik kecuali ditanya. Akhiri percakapan dengan, ‘Tolong, jangan terlalu dipikirikan saat ini.’ Dengan cara ini, bos Anda tidak merasa disinggung kekuasaannya dan barangkali dia berbaik hati menawarkan kenaikan itu dalam beberapa hari.” Lauran Wiesenthal, mitra di New York Legal Search Consulting Firm Corrao, Miller, Rush,& Wiesenthal.
7. Jadilah penawar yang baik
“Kunci mendapatkan penawaran yang adil adalah pertama, kerjakan PR Anda. Ambilah satu edisi Consumer Reports, bicara pada teman-teman, cari informasi tentang barang apa yang betul-betul Anda inginkan. Selalu minta lebih atau tawar kurang dari limit. Jika Anda ragu, pikirkan lagi semalaman.” Michael Donaldson, pengarang Negotiating for Dummies.
8. Ganti ketakutan dengan strategi
“Letakutan itu sama dengan luka. Ketakutan menunjuk apa yang mengganggu Anda. Ketika berlatih untuk sebuah pertandingan, saya terluka. Sejak itu, saya jadi takut melompat. Saya harus belajar menggantikan ketakutan dengan strategi. Cara terbaik: bayangkan sebuah situasi di kepala Anda, lalu bergeraklah ke tempat yang paling menakutkan. Berikutnya, beralih ke sesuatu yang menenangkan (misal, ke pantai waktu senja). Lalu, bayangkan diri Anda berjalan dengan gerakan tanpa cacat sementara tubuh dan pikiran santai. Yang terpenting kondisikan pikiran untuk menggantikan ketakutan dengan sukses.” Picabo Street, Olympic Skiing Champion.
9. Jangan terintimidasi
“Hentikan semua pikiran buruk di kepala. Kemudian visualisasikan diri Anda sedang mendorong orang lain sampai 30 meter jauhnya. Bayangkan dia sebagai titik putih dan hitam yang sangat kecil. Cara ini segera membalikkan semua perasaan inferior. Sekali melepaskan beban mental itu, Anda ingin menjadi orang pertama yang mengatakan sesuatu sehingga kontrol percakapan ada di tangan Anda. Jangan katakan apa pun yang kompetitif atau defensif; alih-alih, tanyakan saja sesuatu yang pribadi seperti,’Bagaimana keluarga Anda?’” Anankha K. Chandler, certified hypnotherapist and author of Therapist in a Box: Emotional Healing.
10. Lontarkan lelucon yang natural
“Jangan pernah mengumumkan ANda bakal melucu. Sebab, ekspektasi orang-orang bakal tinggi. Dan ada kemungkinan Anda gagal. Lelucon yang natural berasal dari percakapan, sehingga orang-orang terhanyut sebelum tahu apa yang sedang Anda ceritakan. Tidak perduli cerita Anda mengenai siapa atau kapan terjadinya, selalu awali dengan ‘waktu sedang menuju ke sini.’ Buat mereka percaya hal itu benar-benar terjadi. Orang-orang akan lebih terlibat ketika kejadiannya memang baru. Jika lelucon Anda bisa membuat rumah seolah-olah runtuh, jangan anggap keberuntungan yang sama pada lelucon berikutnya. Selalu tinggalkan mereka dengan rasa penasaran.”
10 CARA BAHAGIA DALAM KEHIDUPAN
1. Janganlah kuatir. Kekuatiran adalah penyebab aktivitas dan pikiran kita tidak produktif.
2. Jangan membiarkan ketakutan-ketakutan tak beralasan menguasai hidupmu. Kebanyakan sesuatu yang kita takutkan tak pernah terjadi.
3. Jangan menyimpan dendam. Hal inilah yg paling besar dan paling menyita energi seluruh hidup kita.
4. Selesaikan setiap masalah satu per satu. Hanya inilah cara menangani setiap persoalan, satu demi satu.
5. Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk dan tak sehat, biasakanlah tidur dengan nyaman.
6. Jangan mencampuri masalah/urusan orang lain. Mereka memiliki cara sendiri untuk menangani setiap masalahnya.
7. Jangan hidup pada masa lalu. Nikmatilah masa lalu sebagai kenangan, namun jangan tergantung padanya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, dan anda akan bahagia sekarang. Bukan hanya pada masa lalu.
8. Jadilah pendengar yang baik. Hanya saat menjadi pendengar, seseorang mendapatkan dan belajar ide-ide baru berbeda dari orang lain.
9. Jangan biarkan rasa frustrasi merusak dan mengatur hidupmu. Kasihanilah dirimu lebih dari segalanya. Aktiflah dengan kegiatan-kegiatan positif.
10. Hitunglah rahmatmu. Jangan pernah melupakan rahmat yang kita terima sekecil apapun. Semakin banyak rahmat kecil yg kita kumpulkan akan semakin berarti bagi hidup kita.
10 Alasan Untuk Tersenyum
Senyum, menurut seorang ahli adalah cara terbaik untuk membantu tubuh berfungsi lebih baik. Senyuman meningkatkan kesehatan, menurunkan level stress, dan membuat Anda lebih atraktif.
Berikut ini rangkuman tentang manfaat senyuman:
1. Senyum membuat Anda lebih menarik. Orang yg byk tersenyum memiliki daya tarik. Orang yg suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang. Orang yg selalu merengut, cemburut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman. Dipastikan orang yg byk tersenyum memiliki byk teman.
2. Senyum mengubah perasaan. Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum. Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik. Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah.
3. Senyum menular. Ketika seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia.
4. Senyum menghilangkan stres. Stres bisa terlihat di wajah. Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih. Ketika Anda stres, ambil waktu untuk tersenyum. Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.
5. Senyum meningkatkan imunitas. Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum.
6. Senyum menurunkan tekanan darah. Tidak percaya? Coba Anda mencatat tekanan darah saat Anda tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat Anda tersenyum saat diperiksa. Tekanan darah saat Anda tersenyum pasti lebih rendah.
7. Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin. Senyum ibarat obat alami. Senyum bisa menghasilkan endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin. Ketiganya adalah hormon yg bisa mengendalikan rasa sakit.
8. Senyum membuat awet muda. Senyuman menggerakkan banyak otot . Akibatnya otot wajah terlatih sehingga Anda tidak perlu melakukan face lift. Dijamin dengan byk tersenyum, Anda akan terlihat lebih awet muda.
9. Senyum membuat Anda terlihat sukses. Orang yg tersenyum terlihat lebih percaya diri, terkenal, dan bisa diandalkan. Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien. Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik.
10. Senyum membuat orang berpikir positif. Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah. Penyebabnya, ketika Anda tersenyum, tubuh mengirim sinyal “hidup adalah baik”. Sehingga saat tersenyum, tubuh menerimanya sebagai anugerah.
7 kebiasaan yang memperkaya hidup
1. Kebiasaan mengucap syukur.
Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang baik , tapi juga dalam kesussahan dan hari-hari yang buruk..
2. Kebiasaan berpikir positif.
Hidup kita dibentuk oleh apa yang paling sering kita pikirkan. Kalau selalu berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi yang yang positif. Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah kepada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita. Sering-seringlah memantau apa yang sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera kearah yang positif. Jadikanlah berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.
3. Kebiasaan berempati.
Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain.Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain . Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginannya dan menangkap motif dibalik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois , yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati , namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain, belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukankepada Anda, dsb.
4. Kebiasaan mendahulukan yang penting .
Pikirkanlah apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah!. Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yg tidak, kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda efektif dan produktif dan meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.
5. Kebiasaan bertindak.
Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan , sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan , maka langkah selanjutnya adalah bertindak. Biasakan untuk mengahargai waktu, lawanlah rasa malas dengan bersikap aktif. Banyak orang yang gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya mempunyai tujuan tapi tak mau melangkah.
6. Kebiasaan menabur benih.
Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda akan menuai yang Anda tabur. Bayangkanlah , betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menebar benih ‘kebaikan’. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.
7. Kebiasaan hidup jujur.
Tanpa kejujuran , kita tidak bisa menjadi pribadiyang utuh, bahkan bisa merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendir tapi juga terhadap orang lain. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila Anda berbohong , kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit